Jumat, 05 Maret 2010








Salah satu tumbuhan yang banyak digunakan untuk penghijauan dan sekaligus sebagai penghias kota adalah pohon Bintaro. Pohon inilah yang banyak ditanam di kawasan Grand Depok City khususnya sektor Azalea/Roma.
Pohon Bintaro juga disebut Pong-pong tree atau Indian suicide tree, mempunyai nama latin Cerbera odollam Gaertn, termasuk tumbuhan non pangan atau tidak untuk dimakan. Bintaro termasuk tumbuhan mangrove yang berasal dari daerah tropis di Asia, Australia, Madagaskar, dan kepulauan sebelah barat samudera pasifik.
Daun Bintaro bentuknya memanjang, simetris, dan menumpul pada bagian ujung dengan ukuran bervariasi, tetapi rata-rata memiliki panjang 25 cm. Tersusun secara spiral, terkadang berkumpul pada ujung roset.
Bunga Bintaro terdapat pada ujung pedikel simosa dengan lima petal yang sama atau disebut pentamery. Korola berbentuk tabung dan ada warna kuning pada bagian tengahnya.

Buah Bintaro berbentuk bulat dan berwarna hijau pucat dan ketika tua akan berwarna merah. Merupakan buah drupa (buah biji) yang terdiri dari tiga lapisan yaitu epikarp atau eksokarp (kulit bagian terluar buah), mesokarp (lapisan tengah berupa serat seperti sabut kelapa), dan endocarp ( biji yang dilapisi kulit biji atau testa). Walapun berbentuk indah namun buah Bintaro tidak dapat dikonsumsi, karena mengandung zat yang bersifat racun terhadap manusia.


Dinamakan Cerbera karena bijinya dan semua bagian pohonnya mengandung racun yang disebut “cerberin” yaitu racun yang dapat menghambat saluran ion kalsium di dalam otot jantung manusia, sehingga mengganggu detak jantung dan dapat menyebabkan kematian. Bahkan asap dari pembakaran kayunya dapat menyebabkan keracunan.
Walaupun beracun, bijinya mengandung minyak yang cukup banyak (54,33%) dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku biodiesel dengan melalui proses hidrolisis, ekstrasi dan destilasi.
Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Order : Gentianales
Family : Apocynaceae
Subfamily: Rauvolfioidaeae
Tribe : Plumerieae
Genus : Cerbera

Senin, 11 Januari 2010

AYO TANAM POHON - HIJAUKAN BUMI


Permasalahan lingkungan hidup saat ini sangat kompleks. Permasalahan tidak terbatas pada kondisi sosialnya, namun juga pada komponen lingkungan lainnya. Permasalahan yang ada mulai dari ketersedian air bersih, sanitasi, polusi, kemacetan, sampai kepada berkurangnya ruang terbuka hijau.Penghijauan merupakan salah satu usaha penataaan lingkungan dengan menggunakan tanaman sebagai materi pokoknya, (upaya yang dapat menanggulangi degradasi dan kualitas lingkungan). Tumbuhan dan air akan dapat mengurangi panas melalui evapotranspirasi yang di lakukan. Penambahan luas permukaan untuk vegetasi dapat menurunkan suhu maksimum udara.Ruang terbuka hijau dapat memberikan manfaat yaitu; memberikan kesegaran, kenyamanan, dan keindahan lingkungan. Selain itu, juga dapat menciptakan lingkungan bersih dan sehat.Udara alami yang bersih sering di kotori oleh debu, baik yang dihasilkan karena kegiatan alami, ataupun kegiatan manusia. Dengan adanya penghijauan, partikel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi, akan dapat di bersihkan oleh tajuk pohon melalui proses jerapan dan serapan. Dengan adanya mekanisme ini, jumlah debu yang melayang-layang di udara akan menurun. Partikel yang melayang-layang di udara akan terjerap (menempel) pada permukaan daun, dan sebagian lagi akan terserap masuk kedalam ruang stomata daun. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon, cabang dan ranting.

Beberapa manfaat penghijauan, yaitu;
Manfaat estetis (keindahan) :

Pohon memiliki beberapa bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Oleh karena itu, apabila di susun secara berkelompok dengan jenis yang sama pada masing-masing kelompok dapat menciptakan keindahan atau suasana yang nyaman. Struktur bangunan tanpa di imbangi dengan pohon, akan terasa gersang, sebaliknya apa bila di sekitarnya di tanami pohon serta di tata dengan baik akan nampak hijau dan asri.
Manfaat Orologis : Akar pohon dan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat, sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah.
Manfaat Hidrologis :

Dalam hal ini di maksudkan bahwa tanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Dengan demikian, banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya.
Manfaat Klimatologis : Dengan banyaknya pohon, akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara sekitarnya akan menjadi sejuk dan nyaman. Maka, kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.
Manfaat Edaphis : Ini manfaat dalam kaitan tempat hidup binatang. Dilingkungan yang penuh dengan pohon, satwa akan hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.
Manfaat Ekologis :

Lingkungan yang baik adalah seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.
Manfaat Protektif :

Manfaat protektif adalah manfaat karena pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap terik sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara. Disamping juga melindungi mata dari silau.
Manfaat Hygienis :

Adalah sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat di perlukan oleh manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna bagi kehidupan manusia.
Manfaat Edukatif :

Berbagai jenis pohon yang ditanam merupakan laboratorium alam, karena dapat di manfaatkan sebagai tempat belajar mengenal tanaman dari berbagai aspek.

Jumat, 08 Januari 2010

PEMAKAIAN AIR BERSIH

TAHUKAH KAMU
Penduduk kota besar di Indonesia memakai air bersih lebih banyak daripada rata-rata penduduk Indonesia
Rata-rata pemakaian air bersih harian per orang Indonesia adalah 144 L atau setara dengan sekitar 8 botol galon air kemasan. (Survey Direktorat Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta Karya pada tahun 2006).
Tapi rata-rata pemakaian air harian per orang Indonesia yang tinggal di kota besar bisa sampai 250 L atau setara dengan sekitar 13 botol galon air kemasan. (Sulistyoweni Widanarko, Guru Besar Ilmu Teknik Penyehatan Lingkungan UI, 2004).
Kenapa penduduk kota besar bisa pakai air lebih banyak ya?Di kota besar, pemakaian air tidak hanya untuk minum, masak, mandi dan sanitasi. Tapi juga untuk cuci kendaraan (motor atau mobil), nyikat garasi dan isi air kolam ikan peliharaan dll. Lalu rata-rata rumah di kota sudah punya sistem perpipaan air bersih. Tinggal putar kran, langsung deh air ngalir. Seringkali kran dibiarkan terbuka pada saat seharusnya tidak diperlukan, seperti saat sikat gigi, cuci piring dan cuci mobil.
Belum lagi metode sanitasinya yang berbeda, seperti WC yang pakai flush atau mandi pakai bathtub. Dengan WC sistem flush standar, siram pipis yang hanya segelas, butuh air bersih bisa sampai 6 L. Jadi nggak heran kan total pemakaian air bersih jadi besar. Karena ternyata gaya hidup pengaruh banget yang dengan pemakaian air bersih. Padahal kalau dipikir-pikir, sebagian besar air bersih itu terbuang begitu saja ke saluran air buangan.

Krisis Air Bersih di jakarta
TAHUKAH KAMU?
Air tanah Jakarta sudah disedot secara berlebihan. Dengan penduduk 10 juta dan kebutuhan standar rata-rata 150 L per orang per hari, setiap tahun total kebutuhan air bersih seluruh warga Jakarta adalah sebesar 547,5 juta m3. Padahal PDAM hanya sanggup menyediakan 54%-nya.Sementara sisanya dipenuhi secara mandiri oleh tiap rumah tangga dari air tanah. Artinya total sebanyak 251,8 juta m3 air tanah disedot warga Jakarta setiap tahunnya. Padahal sesuai potensi air tanah dan kapasitas isi ulangnya, hanya 186,2 juta m3 air tanah yang sebenarnya dapat dimanfaatkan setiap tahun. Memang apa akibatnya kalau air tanah disedot berlebihan? Tentu saja akan mengakibatkan cadangan air tanah Jakarta terus berkurang. Apa kamu pernah memperdalam sumur di rumah, supaya dapat air yang lebih banyak dan bersih? Nah itu tanda-tanda cadangan air tanah sudah berkurang. Kita sudah diambang krisis air bersih. Beberapa wilayah bahkan sudah merasakan kesulitan air bersih. Kalau terus saja disedot, wilayah yang kesulitan air bersih lama-lama ya semakin meluas.Selain itu, muka tanahnya juga bisa ikut turun loh...Dalam selang waktu tahun 1982 - 1987, sebagian wilayah Jakarta mengalami penurunan muka tanah di atas 60 cm. Bahkan ada sebagian kecil wilayah yang mengalami penurunan hingga 1,8 m. Padahal secara alami, kondisi sebagian wilayah Jakarta sudah di bawah permukaan laut. Penurunan muka tanah tersebut tentu memperburuk situasi Jakarta pada saat musim hujan. Apalagi bila iklimnya juga sudah berubah, dimana intensitas hujan tahunan yang sama tercurah dalam rentang waktu yang lebih pendek. Wuih terbayang deh tiap kali hujan, Jakarta tenggelam.

Pemakaian Air
TAHUKAH KAMU?
Pemakaian air bersih terbesar per orang Indonesia tiap harinya adalah untuk mandi. Rata-rata pemakaian harian air bersih per orang Indonesia adalah sebesar 144 L. Pemakaian terbesar adalah untuk mandi, yakni sebesar 65 L atau sekitar 45 % dari total pemakaian air bersih (Survey Direktorat Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta Karya pada tahun 2006). Sikat gigi dengan kran 1 menit = 6 LSikat gigi dengan gelas = 0,5 LMandi shower 5 menit = mandi bak 30 gayung = 30 LMandi bathtub standar = 100 LWC flush tipe baru = 6 L (1/2 flush = 3 L)Cuci mobil dengan ember = 75 LCuci mobil dengan selang = 300 LCuci mobil/siram tanaman dengan selang 30 menit = 180 LMesin cuci front loading = 100 LMesin cuci top loading = 150 LCuci piring dengan kran 15 menit = 90 LCuci piring dengan sink = 45 LKran/WC bocor per hari = 100 L (BPPT)Bandingkan penggunaan air untuk cuci mobil menggunakan selang dengan mandi menggunakan shower gayungBandingkan air yang terbuang karena kran atau WC bocor dengan air yang digunakan untuk mandi dengan shower atau gayung

Gelas untuk Sikat Gigi
TAHUKAH KAMU?
Membiarkan kran terbuka selama satu menit gosok gigi sama saja dengan membuang begitu saja 1 botol galon air bersih ke saluran air dalam sehari. Padahal tiap kali gosok gigi sebenarnya cukup dengan dua gelas air bersih loh. Jadi tutup kran selama gosok gigi dan gunakan gelas kecil untuk berkumur! Water HeaterHindari mandi menggunakan air panas, untuk menghemat energiJika harus menggunakan water heater, jangan lupa matikan setelah digunakan.

WC
TAHUKAH KAMU ?
Ternyata hanya untuk Flushing WC dalam sehari kita membutuhkan air setara dengan 2,5 botol galon air bersih. Supaya hemat air, pilih WC yang punya dual flush. Jadi saat buang air kecil, gunakan flush yang kecil.Toilet dengan Flash TuasSehabis membilas, jangan lupa tuasnya dikembalikan ke posisi semula, supaya tidak ada air yang terbuang.Tips Hemat Air Saat Membilas Toilet (Flushing)- Isi penuh botol air mineral ukuran 600 ml- Masukkan botol tersebut ke dalam tangki WC. - Setiap kali membilas atau flush WC kamu sudah menghemat 600 ml air atau sekitar ¼ botol galon air bersih dalam sehari. - Kalau mau lebih hemat lagi, ya tinggal taruh 2 botol ukuran 600 ml.Ternyata mudah ya menghemat air itu

Shower vs Bak Mandi
TAHUKAH KAMU?
Mandi dengan shower selama lima menit, menghabiskan air bersih minimal sebanyak 30 L atau sama dengan mandi dengan air bersih sebanyak 30 gayung. Sementara mandi dengan bathtub menghabiskan air bersih sebanyak 100 L.Jadi mandilah lebih singkat atau gunakan bak ukuran kecil supaya kamu bijaksana dengan air.Sabun, Shampoo, Lotion dan lain-lainTIPS:Pilihlah sabun dan shampoo dengan kemasan ukuran besar serta bisa diisi ulang. Kenapa begitu? Selain lebih hemat, kita juga bisa mengurangi sampah kemasan. Mesin CuciTips mencuci :Gunakan mesin cuci jenis front loading lebih hemat air daripada yang jenis top loading. Air bersih yang dibutuhkan front loading hanya sekitar 2/3 dari kebutuhan mesin cuci top loading. Pilih mesin cuci dengan watt lebih kecilHindari mencuci menggunakan air panas, karena energi listrik yang dibutuhkan sangat besar.Sabun CuciTIPS membeli sabun cuci:Pilihlah sabun cuci ramah lingkungan yang mudah terurai di dalam air, untuk menjaga kualitas air baku air bersih. Gunakan sabun cuci yang sudah tidak memerlukan pelembut ataupun pewangi terpisah untuk mengurangi sampah kemasan. Pilih sabun cuci kemasan besar dan bisa diisi ulang untuk mengurangi sampah.Contoh: sabun cuci Formula 88, sabun rarak TisuAneka jenis tisu diproduksi dengan menggunakan serat yang berasal dari kayu. Produk tisu (tisu WC, tisu makanan, tisu dapur dll) tidak dapat di daur ulang setelah digunakan karena alasan yang tentu kamu mengerti.Jadi gunakan tisu dengan bijaksana. Sebisa mungkin gunakan air dan lap kain untuk mengeringkan.

TIP MEMBUAT TANAMAN DI RUMAH



Tanaman ternyata memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu menghasilkan oksigen yang secara langsung digunakan oleh manusia. Selain itu, beberapa jenis tanaman juga punya ‘kemampuan khusus' misalnya: mengurangi polusi, menghisap asap rokok, mendatangkan kupu-kupu yang membantu proses penyerbukan, memiliki daya serap air yg tinggi, dapat menarik permukaan air tanah supaya lebih dekat ke permukaan, membantu menyimpan air di bawah tanah, dll.
Adapun kebutuhan manusia adalah sekitar 2,9 kg O2/hari atau sekitar 0,12 kg O2/jam. Jadi kalau di rumah kita tinggal 4 orang, diusahakan ada minimal 4 tanaman semak atau 1 pohon.
Pada umumnya tanaman itu butuh banyak air pada saat dia pertama kali ditanam, karena pada saat itu tanaman sedang beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tapi pada saat akarnya sudah bisa menembus tanah, penyiraman sudah bisa dikurangi. Apalagi kalau tanaman tersebut ditanam di tanah (bukan di pot). Waktu penyiraman paling baik adalah pagi sebelum jam 9 atau sore setelah jam 16, sehingga penguapan bisa diminimalisir.
Sebaiknya untuk daerah yang kesulitan air tidak dianjurkan untuk menanam jenis palem-paleman (Palmae), karena tanaman ini membutuhkan air setiap harinya rata-rata 60 liter. Namun ada pula jenis tanaman yang memiliki kemampuan untuk "menaikkan" air tanah yaitu pohon Gayam (Inocarpus edulis).
Tanaman Perdu/Semak (Shrubs) yang bisa mereduksi polusi antara lain Bugenvil (Bougainvillea sp), Puring (Codiaeum variegatum), Nusa Indah (Mussaenda sp), Sri Rejeki (Aglaonema sp), Taiwan Beauty (Cuphea sp). Jenis-jenis tanaman ini merupakan tanaman yang tidak sulit dirawat.
Yang ‘tidak sulit dirawat'
Spesifikasi ‘tidak sulit dirawat' adalah, untuk pertumbuhan tanaman dengan baik, tanaman tersebut tidak memerlukan pupuk, tidak harus dipangkas setiap 2 minggu, tidak mudah terkena penyakit dan hanya memerlukan air untuk pertumbuhannya.
Yang bisa mengurangi (polusi) asap rokok misalnya Pedang-pedangan (Sansiviera sp), Katis Kodok (Sansiviera trifasciata), atau jenis tanaman sukulen lainnya. Tanaman ini pun cukup efektif fungsinya apabila diletakkan di dalam ruangan (indoor plants).
Adapun jenis tanaman yang bisa mendatangkan serangga terutama adalah jenis tanaman yang berbunga. Misalnya:

• Lantana (Lantana camara)

• Pacar air (Impatiens balsamina)

• Cosmos (Cosmos sp)• Melati (Jasminum sambac)

• Kaca Piring (Gardenia augusta)• Soka (Ixora sp)

• Sutra Bombay (Portulaca grandiflora)

• Batavia (Jatropha pandurifolia)

• Nusa Indah (Mussaenda sp)

• Bawang-bawangan (Zephyrantes pintoii)

• Mandevilla (Mandevillae sp)

• Oleander (Nerium oleander)

• Tapak Dara (Vinca rossae)

• Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

• dll
Mau cari tanaman yang mendatangkan burung? Biasanya jenis tanaman (terutama pohon atau perdu) yg memiliki buah atau bunga. Misalnya Flamboyan (Delonix regia), Dadap Merah (Erythrina crystagelli), Bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea), Sikat Botol (Callistemon speciosa), Kamboja (Plumeria sp), Trembesi (Samanea saman), Bungur (Lagerstromia loudonii), dll.
‘Gardening' yang baik bukan hanya mengetahui jenis tanamannya. Tapi kita juga harus mempelajari habitat hidup tanaman tersebut. Misalnya sebagian besar tanaman yang berbunga tidak bisa ‘cantik' di tempat yang ternaungi (teduh/shade). Kalaupun bisa hidup, biasanya tidak berbunga.
Komposisi tanamanKalau sudah menguasai habitat tanaman tersebut, langkah berikutnya tinggal menentukan komposisi tanaman. Hal ini juga dipengaruhi oleh bentuk rumah dan posisi rumah tersebut.
Tanaman dapat dikomposisikan berdasarkan strata tinggi rendah tanaman (tanaman tinggi ada di belakang dan tanaman rendah ada di bagian depan), tekstur (bentuk) daun tanaman dan warna bunga atau daun.
Jadi, taman yang hanya 2 x 3 m2 pun bisa menjadi taman yang memiliki nilai fungsi dan estetika yang optimal.


Suber: Green lifestile

Senin, 13 April 2009

BEKASI 10.000 LUBANG BIOPORI

Wilayah Bekasi, Tangerang, Depok merupakan daerah penyangga Kota Metropolitan “Jakarta”, sebagai daerah pemukiman memiliki lahan resapan air yang sangat sedikit, namun sebaliknya penggunaan air tanah yang berlebihan menyebabkan penurunan permukaan tanah serta mengakibatkan sulitnya untuk mendapatkan air berkualitas baik dan cukup di kawasan ini. Dengan demikian keseimbangan lingkungan yang seharusnya terus menerus dilestarikan dan dijaga dari waktu-kewaktu semakin rusak dan semakin tidak terkendali. Untuk itulah diperlukan Gerakan Pelestarian Alam sekitar yang dilakukan bersama oleh semua pihak secara berkesinambungan.
Keluhan warga lingkungan/perumahan pada umumnya hampir sama, yaitu susahnya mendapatkan air tanah. Hal itu dirasakan ketika menempati rumah baru (10 tahun sebelumnya) dengan pompa air air listrik biasa (kapasitas 9 mtr) air mudah didapatkan meski pada puncak musim kemarau (akhir Agustus/awal September). Lima tahun yang kemudian pada puncak musim kemarau pompa listrik harus ditanam di tanah sedalam 1 s/d 2 meter. Setelah 10 tahun tinggal di perumahan pompa air hanya bisa mendapatkan air sampai pertengahan bulan Juni, setelah itu air hanya dapat dijangkau dengan memasang Jet Pump (Pompa air kapasitas lebih 30meter). Kalo dihitung berdasarkurun waktu diatas, untuk jangka waktu 50 - 100 tahun yang akan datang, air merupakan barang yang sangat ber-harga. Karena untuk mendapatkannya kita harus memasang pompa yang lebih dalam atau membuat sumur yang lebih dalam lagi, itupun kalau air masih bisa ditemukan didalam tanah.
Itu semua karena tindakan kita yang salah mengelola lingkungan, saat air melimpah (musim hujan) air yang jatuh dirumah langsung terbuang kesungai dan selanjutnya dibuang ke laut tanpa ada peresa-pan ketanah. Biasanya karena keserakahan warga sendiri, lahan resapan di pekarangan rumah semua habis di jadikan bangunan, kalaupun ada halaman dicor pula dengan semen. Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh warga dan pengurus lingkungan dengan tujuan yang tidak tepat ditutup dengan semen dengan alasan supaya lebih bersih dan bisa digunakan sebagai tempat bermain untuk anak-anak.
Lalu dimana air bisa meresap kedalam tanah, apakah air tanah akan tersedia dengan sendirinya tanpa adanya peresapan dari air hujan ..?
Berkurangnya daerah Resapan air berdampak buruk pada kondisi air tanah yang makin menipis karena penggunaan air tanah secara terus menerus tanpa adanya supply kembali mengakibatkan berkurangnya pasokan air tanah. Hal ini akan menjadi lebih buruk ketika musim kemarau tiba. Kebutuhan akan air bersih meningkat namun kondisi air tanah sudah tidak memungkinkan.
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memperhatikan daerah resapan yang penting bagi keseimbangan air tanah terlihat dari berubahanya fungsi daerah serapan menjadi bangunan beton yang kedap air sehingga keseimbangan air terganggu.
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah mengalirnya air hujan ke selokan dan sungai yang kemudian terbuang percuma ke laut lepas adalah dengan pembuatan Lubang Resapan Biopori atau LRB. Definisi dan pengertian Lubang Biopori adalah lubang dengan diameter 10 s/d 30 cm dengan panjang 80 s/d 100 cm yang ditutupi sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir di sekitarnya sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah, tumbuhan di sekitarnya serta dapat juga membantu pelapukan sampah organik menjadi kompos yang bisa dipakai untuk pupuk tumbuh-tumbuhan.
Pengertian Biopori sendiri merupakan pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau aktivitas akar tanaman, ketika mencari makanan (kompos) yang tersedia dalam lubang. Makhluk-makhluk yang hampir tidak pernah hadir dalam ruang sadar kita ini membuat lubang-lubang kecil di dinding lubang selama proses penguraian. Dalam waktu 2-4 minggu proses penguraian itu akan menghasilkan pupuk yang berguna sebagai nutrisi tanaman dan menyehatkan tanah.
Lubang serapan biopori dapat diterapkan dimanapun dengan kondisi tanah yang berbeda-beda. Karena prinsip Lubang Biopori adalah membuat lubang serapan air, dengan demikian kehadiran lubang serapan biopori sangat bermanfaat untuk memasukan air kedalam tanah yang nantinya akan mengganti air tanah yang keluar.
Jadi Biopori berfungsi juga untuk mendaur ulang sisa atau bekas air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari menjadi air tanah lagi dengan disaring alami oleh lapisan tanah

Minggu, 02 November 2008

ADA SOLUSI UNTUK MENGHENTIKAN GLOBAL WARMING

Pada dasarnya, yang harus kita lakukan adalah mengurangi semaksimal mungkin segala aktifitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ada lima hal utama yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan planet bumi:
(1) Berhenti atau kurangilah makan daging!
Dalam laporannya yang berjudul Livestock’s Long Shadow: Enviromental Issues and Options (dirilis November 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh industri peternakan, yang mana lebih besar daripada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan! PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai kontributor CO2 yang hebat, industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih. Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama:
mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah pemanasan global daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida. Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya!
Seorang vegetarian yang mengendarai SUV Hummer masih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pemakan daging yang mengendarai sepeda!
(2) Batasilah emisi karbon dioksida!
Bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi CO2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain. Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar fosil (yang mana akan menghasilkan emisi CO2), gunakanlah dengan bijak dan efisien. Hal ini termasuk menghemat listrik dan energi, apalagi Indonesia termasuk Negara yang banyak menggunakan bahan baker fosil (minyak, batubara) untuk pembangkit listriknya. Matikanlah peralatan listrik ketika tidak digunakan, gunakan lampu hemat energi, dan gunakanlah panel surya sebagai energi alternatif.
(3) Tanamlah lebih banyak pohon!
Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik, dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke atmosfer sebagai CO2. Peneliti dari Louisiana Tech University menemukan bahwa setiap acre pepohonan hijau dapat menangkap karbon yang cukup untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari mengendarai sebuah mobil selama setahun.
Sebuah studi yang dilakukan oleh layanan perhutanan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa penanaman 95.000 pohon yang dilakukan di dua kota kecil di Chicago memberikan udara yang lebih bersih dan menghemat biaya yang berhubungan dengan pemanasan dan pendinginan udara sebesar lebih dari US$ 38 juta dalam 30 tahun ke depan.
(4) Daur ulang (Recycle) dan gunakan ulang (Reuse)
Kalkulasi yang dilakukan di California menunjukkan bahwa apabila proses daur ulang dapat diterapkan hingga di level negara bagian California, maka energi yang dihemat cukup untuk memberikan suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta pohon, dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setara dengan 3,8 juta mobil!
(5) Gunakan alat transportasi alternatif untuk mengurangi emisi karbon
Penelitian yang dilakukan Universitas Chicago menunjukkan bahwa beralih dari mobil konvensional ke mobil
hibrida seperti Toyota Prius dapat menghemat 1 ton emisi per tahun.
Mengonsumsi makanan produk lokal akan mengurangi emisi dalam jumlah yang cukup signifikan. Penelitian
yang dilakukan oleh Iowa State University pada tahun 2003 menemukan bahwa makanan non-lokal rata-rata menempuh 1.494 mil sebelum dikonsumsi, bandingkan dengan makanan lokal yang hanya menempuh 56 mil. Bayangkan betapa banyak emisi karbon yang dihemat dengan perbedaan 1.438 mil tersebut.
Gunakan sepeda sebanyak yang Anda bisa sebagai metode transportasi. Selain menghemat banyak energi, bersepeda juga merupakan olah raga yang menyehatkan. “Saya berusaha untuk menggunakan sepeda untuk pergi ke tempat kerja sesering yang saya bisa untuk menghemat energi.” — Margot Wallstrom, Wakil Presiden dari Komisi Uni Eropa.
Berubahlah!
Satu hal lain yang sangat penting disamping lima hal yang dapat Anda lakukan di atas adalah keinginan dan motivasi Anda sendiri untuk berubah. Saran-saran di atas tidak akan berarti jika hanya menjadi bahan bacaan tanpa tindakan yang nyata. Kita harus benar-benar mulai mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Anda tidak perlu mengambil langkah ekstrim untuk langsung berubah hanya dalam semalam bila hal tersebut terlalu berat bagi Anda. Lakukanlah secara bertahap tetapi konsisten dengan komitmen Anda Jadilah contoh nyata bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar Anda. Contoh dan praktek yang Anda berikan sangat penting untuk menginspirasi banyak orang lainnya untuk berubah pula. Berikanlah informasi
kepada orang-orang disekitar Anda sehingga mereka dapat mengerti mengenai konsekuensi dari pola hidup mereka. Dan berilah mereka dorongan untuk mencoba pola hidup mulia yang akan menyelamatkan planet kita tercinta ini.



Sumber: environment.nationalgeographic-global-warming

Egoisme: Penyebab Kerusakan Alam & Lingkungan

Apa hubungan egoisme dengan kerusakan lingkungan? Ada! Egoisme dan ketidak pedulian kita adalah penyebab timbulnya segala permasalahan lingkungan yang kita alami hari ini. Banyak dari kita yang hanya memikirkan kenyamanan pribadi tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada lingkungan di sekitar kita maupun lingkungan global secara keseluruhan. Hanya karena merasa punya uang, kita tidak mengindahkan peringatan dan himbauan untuk melakukan penghematan energi.
“Ah, saya mampu membayar berapapun tagihan listrik yang ada. Jadi terserah saya dong untuk memakai listrik sesuka hati saya. Saya sanggup membeli BBM (Bahan Bakar Minyak) berapapun yang saya mau, jadi terserah saya dong mau beli mobil yang borosnya kayak apa.” Renungkanlah: Berapa banyak energi dan sumber daya yang harus terbuang sia-sia hanya karena orang-orang ingin menikmati kenyamanan yang sesungguhnya tidak benar-benar mereka perlukan. Berapa banyak energi dan sumber daya yang terbuang sia sia hanya karena mereka ingin terlihat tampil bergengsi.
Orang-orang seringkali membeli hal-hal yang tidak mereka perlukan, mengganti barang-barang yang semestinya masih bisa digunakan hanya karena alasan bosan. Kita tidak pernah memikirkan berapa banyak tenaga dan sumber daya planet ini yang rusak untuk memenuhi kebutuhan egois kita tersebut.
Camkanlah satu hal:


Uang Anda memang bisa membeli berliter-liter BBM, tetapi uang tersebut tidak dapat mengembalikan tiap liter BBM yang telah Anda ambil dari alam. Butuh jutaan tahun untuk menghasilkan BBM yang Anda nikmati tersebut. Janganlah memikirkan kenyamanan hidup Anda sendiri. Setidaknya pikirkanlah keadaan generasi penerus Anda, mereka harus menjalani hidupnya dengan segala sumber daya yang sangat terbatas karena ulah orang tua, kakek nenek, dan nenek moyangnya di masa lalu.
Lalu Anda akan berpikir, tetapi bukankah kita memiliki energi alternative seperti bio fuel, hidrogen, dan lainlain? Tetap saja semua itu tidak gratis, selalu ada yang harus dikorbankan. Bio fuel menyebabkan kerusakan lingkungan karena penanaman tanaman bahan bakar tersebut membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Hidrogen masih mahal dan belum dapat diproduksi dengan efisien. Bagaimana seandainya planet kita sudah hancur duluan sebelum kita dapat menikmati semua kenyamanan teknologi tersebut? Saat ini kita berpacu dengan waktu.
Begitu banyak orang di belahan dunia lainnya yang sangat membutuhkan tiap tetes BBM yang kita nikmati, tiap tetes air bersih yang kita nikmati, dan hal-hal mendasar lainnya untuk mendukung kehidupan mereka.


Berhematlah dalam segala bentuk yang Anda bisa !


Lakukanlah untuk dunia, lakukanlah untuk generasi penerus Anda !



Sumber: environment.nationalgeographic-global-warming

Jumat, 11 April 2008

LANGKAH NYATA MENGENDALIKAN GLOBAL WARMING




Pemanasan Global dan perubahan iklim terjadi sebagai akibat dari efek rumah kaca, yaitu terjadinya akumulasi panas (energi) di atmosfer bumi. Karena akumulasi tersebut, iklim global melakukan penyesuaian, yaitu meningkatnya temperatur bumi yang kita kenal Pemanasan Global (Global Warming) dan berubahnya iklim regional seperti berubahnya pola curah hujan. Dampak negatif yang terjadi adalah musnahnya berbagai keaneka ragaman hayati, meningkatnya frekuensi dan intensitas curah hujan, mencairnya es dikutub bumi, meningkatnya tanah kering yang berpotensi menjadi gurun karena kekeringan yang berkepanjangan, kenaikan permukaan air laut, meningkatnya frekuensi kebakaran hutan dan menyebarnya penyakit tropis seperti menyebarnya malaria kedaerah baru karena meningkatnya populasi nyamuk.
Upaya untuk mengendalikan dampak negative tersebut yang relatif mudah dilakukan adalah melalui penanaman dan pemeliharaan pohon dalam jumlah besar. Pohon dapat menyerap karbon dioksida, kemudian memecahnya melalui proses fotosintesa dan menyimpan karbon dalam kayunya serta menghasilkan oksigen untuk kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Setiap satu pohon mampu menyerap 1 ton karbon dioksida sepanjang hidupnya, menurunkan suhu lingkungan 3~5 Celcius dan menyerap emisi gas rumah kaca (CO) sebanyak 20~40 kg/pohon/tahun.
Masyarakat yang berwawasan lingkungan dengan etika atau moral lingkungan yang tinggi benar-benar dibutuhkan untuk mereformasi sektor lingkungan hidup di bumi ini. Penghijauan lingkungan haruslah diupayakan dan digalakkan. Bukankah sesungguhnya hal ini sudah menjadi tugas manusia pada umumnya? Pada pundak manusia terpikul sebuah amanah, dan tanggung jawab melestarikan bumi. Dan manusia sebagai khalifah di bumi bertanggung jawab memakmurkan bumi serta menjadi pelaksana penghijauan lingkungan.
Untuk itu, sebagai langkah nyata mengendalikan Global Warming pada Minggu 6 April 2008 - D’Green Community bersama-sama seluruh lapisan masyarakat melaksanakan penanaman tidak kurang 1.000 pohon, di daerah aliran sungai CBL Bekasi dan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Berbarengan dengan acara tersebut di laksanakan pula Uji Emisi Kendaran secara Gratis. Untuk meningkatkan semangat peduli lingkungan ke seluruh lapisan masyarakat, panitia mengambil tema ” Hijaukan Bumi, Segarkan Udara dan Kurangi Bencana”.
Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan menyambut Hari Bumi.
Lokasi Utama Penanaman Pohon adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang berada di desa Wanasari Cibitung sebanyak 850 pohon.


Penanaman pohon juga dilaksanakan di lembaga pendidikan diantaranya: sekolah SMU 1 Cibitung-Bekasi sebanyak 100 pohon dan Kampus LPPK Bina Mitra di Kecamatan Cikarang Timur sebanyak 100 pohon. Di lahan kosong Perumahan Villa Indah Permai Bekasi sebanyak 100 pohon.
Beberapa perusahaan turut mendukung acara dari D’Green Community yaitu: PT Denso Indonesia memberikan 400 batang pohon, PT Coca Cola Bottling Indonesia memberikan 250 batang pohon serta tidak ketinggalan PT Astra International tbk.(AUTO 2000 Cikarang) memberikan semua fasilitas Uji Emisi Kendaraan Gratis.
Sejumlah kelompok tani binaan juga turut memberikan sejumlah pohon, diantaranya Kelompok Tani Arta Mukti– Tasikmalaya : 200 pohon, Kelompok Tani Bina Usaha Al Ikhsan – Bogor: 300 pohon dan Kelompok Tani Wanayasa – Purwakarta : 100 pohon.

Jumat, 11 Januari 2008

KONFERENSI INTERNASIONAL PERUBAHAN IKLIM DI BALI

Denpasar (ANTARA News) - Sebanyak 189 negara anggota PBB yang konsen terhadap lingkungan hidup sepakat mengadakan konferensi internasional mengenai perubahan iklim di Bali 3 - 14 Desember 2007.Dipilihnya Bali sebagai tempat konferensi tersebut karena Bali dipandang memiliki konsep hidup untuk mencintai lingkungan, melalui "Tri Hita Karana" (hubungan harmonis dengan lingkungan, antarmanusia dan Tuhan), kata Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir Rachmat Witoelar di Kedonganan-Kuta, Bali, Jumat."Kita harus bangga sebagai bangsa Indonesia, negara-negara yang peduli dengan lingkungan memberi kepercayaan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, dan sekaligus akan melihat secara langsung bagaimana cara penerapan konsep itu oleh masyarakat Bali," ujarnya.Menurut Menteri, kegiatan tersebut akan membahas mengenai upaya menanggulangi semakin meningkatnya pemanasan global, dan berbagai upaya kelestarian lingkungan agar tetap terjaga di beberapa negara yang keberadan hutannya mulai berkurang.Oleh karena itu, kata Menteri, harus mampu menunjukkan konsep lingkungan itu kepada masyarakat dunia. Melalui kegiatan pelestarian lingkungan yang telah dicanangkan oleh masing-masing propinsi di Tanah Air.Rachmat menambahkan, untuk penanaman pohon penghijauan tidaklah sulit, tetapi harus diikuti pemeliharaan yang konsisten. Tanpa ada pemeliharaan yang konsisten kegiatan tersebut akan menjadi sia-sia."Kami mengharapkan semua masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga lingkungan agar tetap lestari, di samping juga menggalakkan kegiatan penghijauan lingkungan," katanya.Terhadap kegiatan penanaman pohon penghijauan itu, kata Rachmat, pemerintah akan memfasilitasi dan menyiapkan pohon penghijauan tersebut. (*)

HARI BESAR LINGKUNGAN HIDUP

Ternyata dalam hari-hari yang kita lalui banyak peristiwa lingkungan hidup yang terlewati. Mudah-mudahan informasi ini bisa mengingatkan kita semua, dan mengambil prakarsa untuk memulai melakukan tindakan nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup kita.

No

Tg/Bulan

Peringatan

1

10 Jan

Hari Lingkungan Hidup Indonesia

2

2 Feb

Hari Lahan Basah Sedunia (konvensi Ramsar)

3

6 Mar

Hari Konvensi CITES (perdagangan satwa liar)

4

20 Mar

Hari Kehutanan Dunia

5

22 Mar

Hari Air Internasional

6

22 Apr

Hari Bumi / Earth Day / KTT Bumi

7

26 Apr

Hari Peringatan Tragedi Chernobyl 1999

8

31 Mei

Hari Tanpa Asap Rokok Sedunia

9

5 Jun

Hari Lingkungan Hidup Sedunia (Environment Day)

10

23 Jun

Hari Konvensi Bonn

11

16 Nov

Hari Konferensi Warisan Dunia

12

21 Nov

Hari Pohon

13

2 Des

Hari Konvensi Ikan Paus

14

15 Des

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

15

29 Des

Hari Keanekaragaman Hayati


Sumber:
Gurnadi, D. (2006). Hari Besar Lingkungan Hidup, Diambil pada 20 Februari 2007 dari http://dgk.or.id/archives/2006/01/14/hari-besar-lingkungan-hidup/

TAMAN KOTA

Pendahuluan

PENGHIJAUAN adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Banyak fakta yang menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dilakukan di lahan pertanian maupun ruang terbuka hijau. Padahal tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah carbondioxide (CO2) menjadi oksigen (O2) dalam proses fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan di perkotaan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadinya efek rumah kaca atau gangguan iklim. Di samping vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, juga berperan estetika serta berperan pula dalam menumbuhkan kesehatan jiwa. Mengingat pentingnya peranan vegetasi ini terutama di perkotaan termasuk pula di lingkungan pemukiman baru (perumahan baru) untuk menangani krisis lingkungan maka diperlukan perencanaan dan penanaman vegetasi untuk penghijauan secara konseptual.

Dari berbagai pengamatan dan penelitian ada kecenderungan bahwa pelaksanaan penghijauan belum konseptual, malah terkesan asal jadi. Memilih jenis tanaman dengan alasan mudah diperoleh, murah harganya dan cepat tumbuh, menjadi pertimbangan dalam melaksanakan penghijauan.

Penghijauan Perkotaan
Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan pengelolaan taman-taman kota, taman-taman lingkungan, jalur hijau dan sebagainya. Dalam hal ini penghijauan perkotaan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di perkotaan, termasuk dilingkungan/komplek perumahan.

Dalam lingkungan yang hijau oleh pepohonan kadar CO2 cenderung menurun dan mendorong peningkatan kadar O2 melalui proses fotosintesis. Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan.

Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik. Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama. Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya. Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.(Irwan, Z.D., 1996).

Begitu pentingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalam menangani krisis lingkungan terutama di perkotaan dan lingkungan pemukiman, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan termasuk lingkungan perumahan sebagai unsur hutan kota.

Peran dan Fungsi Penghijauan:
  1. Sebagai paru-paru kota.
    Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan
  2. Sebagai pengatur suhu lingkungan (mikro)
    Vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar
  3. Pencipta lingkungan hidup (ekologis)
  4. Penyeimbangan alam (adaphis)
    Merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya
  5. Perlindungan (protektif)
    Penghijauan dapat melindungi masyarakat terhadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu
  6. Keindahan (estetika)
  7. Kesehatan (hygiene)
  8. Rekreasi dan pendidikan (edukatif)
  9. Sosial politik ekonomi

Seperti yang dikemukan oleh Eckbo (1956) bahwa pemilihan jenis tanaman untuk penghijauan agar tumbuh dengan baik hendaknya dipertimbangkan syarat-syarat hortikultura (ekologikal) dan syarat- syarat fisik. Syarat hortikultural yaitu respons dan toleransi terhadap temperatur, kebutuhan air, kebutuhan dan toleransi terhadap cahaya matahari, kebutuhan tanah, hama dan penyakit, serta syarat-syarat fisik lainnya yaitu tujuan penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk tajuk, warna, aroma.

Unsur Hutan Kota
Fungsi dan manfaat hutan antara lain untuk memberikan hasil, pencagaran flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi iklim. Jika hutan tersebut berada di dalam kota fungsi dan manfaat hutan antara lain menciptakan iklim mikro, engineering, arsitektural, estetika, modifikasi suhu, peresapan air hujan, perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi udara, pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan sinar matahari, pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan, mengikat tanah. Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi.
Menelaah fungsi penghijauan perkotaan dan fungsi hutan dapat dikatakan bahwa penghijauan perkotaan merupakan unsur dari hutan kota. Sedangkan hutan kota adalah bagian dari ruang terbuka hijau kota. Hutan kota (urban forestry) menurut Grey dan Denehe (1978), meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Fukuara dkk. (1988) mengemukakan tentang hutan kota, yaitu ruang terbuka yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah perkotaan yang memberikan manfaat lingkungan sebesar-besarnya kepada penduduk kota dalam kegunaan proteksi, estetika serta rekreasi khusus lainnya.

Sedangkan menurut Grey dan Denehe (1978), hutan kota (urban forestry) meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Mengingat pekarangan mengandung sifat perhutanan yang beraspirasi untuk kepentingan rakyat, maka pengembangan perhutanan yang bersifat pekarangan ini tampaknya lebih demokrasi yaitu sistem agroforestry yang dikelola rakyat. Pekarangan dapat menghasilkan kayu, bambu, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan obat-obatan.

Sebagai konsekuensi tumbuhan sebagai produsen pertama dalam ekosistem, dan mengingat fungsi hutan kota dan fungsi penghijauan perkotaan sangat bergantung kepada vegetasi yang digunakan maka tidak perlu lagi dipersoalkan luas lahan sebagai syarat hutan kota. Yang penting adalah jumlah dan keanekaragaman vegetasi yang ditaman di perkotaan sebanyak mungkin. Dengan demikian penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan harus dilakukan secara terus-menerus.


Teknik Penanaman
Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu dalam teknik penanaman pohon adalah:

  1. Pemilihan bibit tanaman.
    Bibit generatif adalah berasal dari biji, merupakan bibit yang lebih tepat karena mempunyai akar tunggang dan dapat hidup lebih lama. Bibit vegetatif, adalah bibit yang berasal dari bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti batang, daun dan akar. Bibit vegetatif umumnya kurang kokoh dan perakarannya dangkal sehingga cepat merusak trotoar, jalan atau saluran drainase.
    Bibit yang baik sekurang-kurangnya telah tumbuh di wadahnya selama 6 bulan dengan batang tinggi minimal + 1.50 m dan diameter 0.05 m, untuk mengujinya cukup dengan mencabut bibit tersebut. Apabila bibit mudah lepas dari wadahnya berarti baru dipindahkan dan belum cukup baik ditanam di lapangan, sebaliknya jika sulit dilepaskan berarti perakarannya sudah terbentuk dengan baik dan dapat ditanam di lapangan;
  2. Penanaman.
    Lubang tanam perlu dipersiapkan sedikitnya satu minggu sebelum penanaman dilakukan. Ukuran lubang tanam sangat bergantung pada besarnya tanaman. Ukuran standar lubang tanam adalah 0.75 m (tinggi) x 0.90 m (lebar) x 0.90 m (panjang)
  3. Perawatan pascatanam.
    Mempertahankan posisi tumbuh agar tetap tegak dan stabil. Menyiram tanaman 2-3 hari sekali terutama di musim kemarau sambil membuang ranting-ranting yang kerimg. Memupuk tanaman 3 bulan sekali dengan pupuk NPK 25 gram per lubang (Wijayakusuma, R., 2004).

Pengembangan Taman Kota Oleh D'Green Community

Pada September 2007 yang lalu D'Green Community bersama masyarakat setempat mengembangkan Taman Kota yang terletak di Regensi Bekasi. Didalam Taman Kota ini ditanam sekitar 100 (seratus) pohon langka yang sukar ditemukan kembali di Kabupaten Bekasi. Diharapkan selain berfungsi sebagai paru-paru kota, juga berfungsi sebagai pengatur suhu lingkungan yang saat ini semakin memanas, penyeimbangan alam (adaphis), perlindungan, keindahan (estetika) dan kesehatan (hygiene) fungsi rekreatif dan pendidikan (edukatif) terutama bagi generasi muda saat ini. Beberapa siswa SD dari SD Wanasari 14 siswa SMU misalnya tidak menyatakan tidak tahu buah dan pohon rukem, kwista, lobi-lobi dan lainnya saat D'Green Community menanyakannya kepada mereka.

Penutup
Konsep penghijauan (taman/hutan kota) yang di kembangkan oleh Green Community sesungguhnya merupakan implementasi dari amanah yang dipikulkan kepada kita semua sebagai khalifatulardi untuk memelihara bumi dan alam semesta bagi kemaslahatan ummat yang mendiaminya.



))))oooo((((

ANGGARAN RUMAH TANGGA D'GREEN COMMUNITY

BAB I
BAB II
BAB III
DST

PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 10 JUNI 2007 OLEH D'GREEN COMMUNITY

SEKILAS TENTANG HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA
Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) pertama kali dicetuskan pada 1972, dimana seebelumnya (sekitar 1970) seorang senator Amerika Serikat Gaylord Nelson menyaksikan betapa kotor dan cemarnya bumi oleh ulah manusia, maka ia mengambil prakarsa bersama dengan LSM untuk mencurahkan satu hari bagi usaha penyelamatan bumi dari kerusakan. Kemudian, pada 22 April 1970 Nelson memproklamasikan Hari Bumi, sehingga tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Bumi (Earth Day).
Di Indonesia istilah Hari Bumi tidak begitu banyak diketahui oleh masyarakat bila dibandingkan dengan istilah Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Memang, secara prinsip tidak ada perbedaan antara Hari Bumi dan Hari Lingkungan, hanya saja sejarahnya yang berbeda.
Hari Bumi diprakarsai oleh masyarakat dan diperingati terutama oleh LSM maupun organisasi yang berorientasi kepada pelestarian lingkungan hidup. Sedangkan Hari Lingkungan didasarkan dari Konferensi PBB mengenai lingkungan hidup yang diselenggarakan pada 5 Juni 1972 di Stockholm. Sejak saat itulah, tanggal konferensi tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tokoh Indonesia yang ikut terlibat dalam konferensi tersebut adalah Prof. Emil Salim yang pada saat itu juga menjabat sebagai Kepala Bappenas.
APA YANG MELATAR BELAKANGI D'GREEN COMMUNITY
MEMPERINGATI HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA PADA 10 JUNI 2007
Lingkungan hidup didefinisikan sebagai kesatuan ruang dengan segala benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (UU 23/1997). Dari definisi itu, secara eksplisit, dapat dinyatakan bahwa tingkat kelangsungan perikehidupan dan kesejahteran manusia ditentukan oleh kualitas lingkungan hidupnya.
Berkenaan dengan kualitas lingkungan hidup, di Indonesia khsusnya atau dalam skala lebih mikro lagi adalah di Kabupaten Bekasi masih merupakan salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian dan penanganan serius berbagai pihak. Hal ini mengingat perubahan Kabupaten Bekasi menjadi salah satu sentra industri terbesar di Jawa Barat, berpotensi menimbulkan pencemaran baik pencemaran air, tanah, maupun udara.
Berkaitan dengan pencemaran udara, secara umum terdapat dua sumber pencemaran yaitu pencemaran akibat sumber alamiah (natural sources), seperti letusan gunung berapi, dan yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources), seperti yang berasal dari emisi pabrik, dan lain-lain termasuk yang berasal dari aktivitas transportasi. Setidaknya dikenal 6 jenis pencemar udara utama di dunia yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources), yaitu karbon monoksida (CO), oksida sulfur (SOx), oksida nitrogen (NOx), partikulat, hidrokarbon (HC), dan oksida fotokimia, termask ozon.
Di Indonesia, kurang lebih 70% pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam (Pb), suspended particulate matter (SPM), oksida nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox).
Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal, 13-44% suspended particulate matter (SPM), 71-89% hidrokarbon, 34-73% NOx, dan hampir seluruh karbon monoksida (CO) ke udara terutama di Jakarta. Sumber utama debu berasal dari pembakaran sampah rumah tangga, di mana mencakup 41% dari sumber debu. Sektor industri merupakan sumber utama dari sulfur dioksida. Di tempat-tempat padat seperti di Jakarta konsentrasi timbal bisa 100 kali dari ambang batas.
Sementara itu, laju pertambahan kendaraan bermotor di Jakarta dan di daerah penyanggahnya termasuk Bekasi mencapai 15% per tahun sehingga pada tahun 2005 diperkirakan jumlah kendaraan bermotor di Jakarta dan sekitarnya mencapai 2,8 juta kendaraan. Seiring dengan laju pertambahan kendaraan bermotor, maka konsumsi bahan bakar juga akan mengalami peningkatan dan berujung pada bertambahnya jumlah pencemar yang dilepaskan ke udara.
Tahun 1999, konsumsi premium untuk transportasi mencapai 11.515.401 kilo liter [Statistik Perminyakan Indonesia, Laporan Tahunan 1999 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi]. Dalam setiap liter premium yang diproduksi, terkandung timbal (Pb) sebesar 0,45 gram sehingga jumlah Pb yang terlepas ke udara total sebesar 5.181,930 ton. Dengan pertumbuhan penjualan mobil dan sepeda motor sebesar 300% dan 50% diperkirakan tahun 2001 polusi akibat timbal (Pb) meningkat.
Menurut penelitian Jakarta Urban Development Project, konsentrasi timbal di Jakarta akan mencapai 1,7-3,5 mikrogram/meter kubik (ìg/m3) pada tahun 2000, belum termasuk tambahan kendaraan yang masuk ke Jakarta yang berasal dari Bekasi dan lainnya. Menurut Bapedalda Bandung, konsentrasi hidrokarbon mencapai 4,57 ppm (baku mutu PP 41/1999: 0,24 ppm), NOx mencapai 0,076 ppm (baku mutu: 0,05 ppm), dan debu mencapai 172 mg/m3 (baku mutu: 150 mg/m3).
Pencemaran udara dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Berdasarkan studi Bank Dunia tahun 1994, pencemaran udara merupakan pembunuh kedua bagi anak balita di Jakarta, 14% bagi seluruh kematian balita seluruh Indonesia dan 6% bagi seluruh angka kematian penduduk Indonesia. Jakarta sendiri adalah kota dengan kualitas terburuk ketiga di dunia. Bisa jadi kondisi tersebut dapat bergeser ke daerah penyangganya termasuk Kabupaten Bekasi.
Dampak terhadap kesehatan yang disebabkan oleh pencemaran udara akan terakumulasi dari hari ke hari. Pemaparan dalam jangka waktu lama akan berakibat pada berbagai gangguan kesehatan, seperti bronchitis, emphysema, dan kanker paru-paru. Dampak kesehatan yang diakibatkan oleh pencemaran udara berbeda-beda antar individu. Populasi yang paling rentan adalah kelompok individu berusia lanjut dan balita. Menurut penelitian di Amerika Serikat, kelompok balita mempunyai kerentanan enam kali lebih besar dibandingkan orang dewasa. Kelompok balita lebih rentan karena mereka lebih aktif dan dengan demikian menghirup udara lebih banyak, sehingga mereka lebih banyak menghirup zat-zat pencemar.
Dampak dari timbal sendiri sangat mengerikan bagi manusia, utamanya bagi anak-anak. Di antaranya adalah mempengaruhi fungsi kognitif, kemampuan belajar, memendekkan tinggi badan, penurunan fungsi pendengaran, mempengaruhi perilaku dan intelejensia, merusak fungsi organ tubuh, seperti ginjal, sistem syaraf, dan reproduksi, meningkatkan tekanan darah dan mempengaruhi perkembangan otak. Dapat pula menimbulkan anemia dan bagi wanita hamil yang terpajan timbal akan mengenai anak yang disusuinya dan terakumulasi dalam ASI. Diperkirakan nilai sosial setiap tahun yang harus ditanggung akibat pencemaran timbal ini sebesar 106 juta Dollar USA atau sekitar 850 miliar rupiah.
Selanutnya, Apa yang Harus Dilakukan? Penanggulangan pencemaran udara tidak dapat dilakukan tanpa menanggulangi penyebabnya. Mempertimbangan sektor transportasi sebagai kontributor utama pencemaran udara, maka sektor ini harus mendapat perhatian utama. WALHI menyerukan kepada pemerintah untuk memperbaiki sistem transportasi yang ada saat ini, dengan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau oleh publik. Prioritas utama harus diberikan pada sistem transportasi massal dan tidak berbasis kendaraan pribadi. WALHI juga menyerukan kepada pemerintah untuk segera memenuhi komitmennya untuk memberlakukan pemakaian bensin tanpa timbal. Di sektor industri, penegakan hukum harus dilaksanakan bagi industri pencemar.
Bagaimana dengan tanggung jawab tiap individu di masyarakat? Individu dalam masyarakat yang merasa iktut andil dalam menyumbang polutan udara harus pula mengambil peran dengan merawat kendaraan/alat transportasi yang dimilikinya agar emisinya senantiasa dalam batas yang aman. Hal ini antara lain dapat dilakukan dengan secara berkala melakukan uji emisi, untuk memantau kondisi gas buang yang keluar dari kendarannya.
Berdasarkan uraian di atas, maka D'Green Community bermaksud menginisiasi kerjasama dengan berbagai pihak yang mempunyai kesamaan pandangan dan komitmen dalam menjaga kualitas lingkungan khususnya kualitas udara di Kabupaten Bekasi khususnya, melalui kegiatan Uji Emisi bagi pemilik kendaraan Toyota Se-Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi, dan Penanaman 1000 Pohon Langka serta Pembuatan Taman Kota yang berlokasi di Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Jawa Barat.
TUJUAN KEGIATAN
Menggugah kepedulian manusia dan masyarakat pada lingkungan hidup
Mengkampanyekan upaya mengurangi polusi udara
Memberikan ketauladanan tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup
NETWORKING
Peringatan HLHS pada 2007 yang digagas oleh D'Green Community di dukung oleh berbagai pihak antara lain Camat Kecamatan Cibitung, Kepala Desa Wanasari, dan Beberapa Korporat seperti PT. Coca Cola; PT. Denso; PT Astra Auto 2000 serta warga masyarakat lainnya.
AREA PENGHIJAUAN
Lokasi penghijauan dilakukan di beberapa tempat antara lain di Perumahan Griya Yasa Cibitung, Perumahan Regensi Bekasi 1, Di Depan Kantor Desa Wanasari, Di Lokasi SD Fitrah Haniah dan TKIT Ulil Albab. Sedangkan pengembangan taman kota dilakukan di area Fasos dan Fasum Perumahan Regensi Bekasi 1.

SUSUNAN PENGURUS D'GREEN COMMUNITY

SUSUNAN PENGURUS D' GREEN COMMUNITY

Chairman: Syaifudin Zuhri

Vice Chairman: Septiono Achadiar, Dumyati M Supi
Secretary: Agung Setiawan
Account: Dwi Yudo W, Suharyono
Public Relation: Budi Waluyo, Ondra Hadi, Kemas Syafarudin

ANGGARAN DASAR D'GREEN COMMUNITY

BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
DST